Apa Syarat Menjadi Penulis?

“Gue pengen jadi penulis, neh, bisa nggak ya?”

“Pengen nulis, tapi… susah cari waktunya… kerjaan padat merayap booo.”

“Gimana sih jadi penulis? kalau tulisan saya masih jelek apa mungkin?”

Dan segudang pertanyaan lainnya tentang syarat menjadi penulis.

Well, jadi ingat waktu saya SMU dulu dan ikut homestay selama tiga minggu ke Oztralee, ketika di kelas, Mrs. Erin, guru saya pernah bertanya kepada semua muridnya, “What do you wanna be?”  waktu itu semua mikir, tak terkecuali saya. Maklum aja, namanya juga masih SMU, masa-masa mencari jatidiri, belum tahu secara pasti apa cita-citanya, apalagi sistem pendidikan kita kan umum banget, walau ada penjuruan A1-A4, lah yang insinyur aja nyasar jadi PR.

Waktu itu saya pun berpikir keras, mau jadi apaan yak, pikir punya pikir, saya cuma ingat kalau enjoy banget nulis diari. Maklum, dulu saya terserang virus minder stadium lanjut, jadi teman curcol saya ya diari. Selain itu, saya pun demen korenpondensi. Zaman e-mail belum ada sudah punya sahabat pena dari dalam dan luar negeri, kalau kirim surat bisa berlembar-lembar. Record sih… pernah sampai 17 lembar nulis surat!!! Ouuch.

Akhirnya saya bilang aja, “I wanna be an author!

Eh, kesampaian hehehe. Belasan tahun kemudian waktu  nguyek-nguyek jurnal ke Australia itu (eiittss tiap hari di sana saya menulis jurnal, sampai Jakarta saya ketik dan dibundel jadi buku), kaget juga ketika membaca adegan tersebut.

Jadi, apa syarat jadi penulis? Nggak susah… pertanyaannya,”Suka menulis, nggak?”, “Cinta menulis, nggak?” singkatnye sih… “Apakah menulis merupakan passionmu?”

Karena kalau sudah suka dan cinta, apa pun halangannya kan tetap dijabanin. Ya, nggak? Sibuk dengan kegiatan sekolah, les ini-itu, atau seabrek tugas dari dosen, atau lembur melulu di kantor? Itu bukan alasan. Kalau sudah suka dan cinta, biarpun hanya 10 menit sehari, atau satu jam seminggu, pasti akan meluangkan waktu untuk menulis!

Nah, kalau nggak suka dan cinta… itu namanya masih coba-coba. Ya, nggak apa sih? kali dari coba-coba jadi suka dan cinta, lalu ketagihan menulis.

Jadi, syarat menjadi penulis mah nggak susah, ya nulis waeee… cuma, kalau mau dijadikan profesi ya kudu sabar. Saya juga dulu beberapa kali ditolak media, cerpen-cerpen saya pun mental, nggak dimuat, tetapi saya kirim terus, dan Alhamdulillah lolos juga. Ditolak penerbit pun juga pernah. Malah ada salah satu novel saya yang sudah melewati empat penerbit, nggak lolos semua, kemudian malah diterbitkan Mizan, eh… diterjemahkan dalam Bahasa Melayu pula dan terbit di Malaysia.

Mau jadi penulis? Sok atuh, mulai nulis sekarang!!!

Sumber gambar: http://kosmo.vivanews.com/news/read/155889-12_profesi_teraneh_di_dunia

Advertisements

Cara Mudah Menulis

Nggak sekali dua kali, sering deh, saya mendapati pertanyaan serupa,”Bagaimana sih caranya nulis?” melalui inbox facebook saya. Kalau sudah mendapatkan pertanyaan itu, awalnya saya garuk-garuk kepala dulu. Bagaimana ya, pengalaman saya selama ini kalau menulis mah, nulis aja. Hajar bleh! Nggak pakai teori-teorian segala macam. Tetap siii, baca-baca buku tentang menulis, tapi ketika saya mulai menulis, lupakan semua teori itu. Karena ketika menulis, lalu sedikit-sedikit ingat teori, yang ada menulisnya kejeduk-jeduk, alias nggak lancar, alias mandeg, karena takut salah.

Nah, itu dia kata kuncinya. Kenapa orang merasa susah untuk menulis? Karena mereka takut salah! Karena sudah takut duluan, nggak kelar-kelar deh itu tulisan. Kalau ala jadoel neh, inget di film-film, kertas lecek berserakan di lantai, karena baru nulis sekata dua kata, langsung dilecekin kertasnys, dilempar ke lantai atau tong sampah. Kalau zaman sekarang sih, main delete kali ya hehehe. Secara sudah pakai komputer gitu, loh.

Lantas bagaimana dong, cara mudah menulis? hadooh… masih nanya jugak?! Ya wis, sini saya kasih tips mudah menulis ala saya.

1. Yang jelas niat dulu mau nulis apa. Misalnya mau nulis diari, nulis cerpen, nulis artikel, de el el… segala sesuatu diawali dari niat bukan?

2. Kalau sudah jelas apa yang mau ditulis, tahap selanjutnya ada dua cara nih:

a. Langsung tulis saja yang ada dalam pikiranmu. Nggak usah kebanyakan mikir deh, tulis saja yang kamu tahu dan mau             ditulis

b. Buat kerangka. Mudahnya sih, dibuat dulu poin-poin apa yang ingin ditulis. Nanti tinggal dikembangkan

3. Jangan banyak takut. Maksudnya kalau menulis ya tulis saja, jangan dibatasi dengan segala ketakutan: takut salah, takut         alurnya ngaco, takut tulisannya jelek. Itu semua jangan dipikirin dulu, pokoke nulisss!!!

4. Editing. Nah, ini dia loh alasan saya bilang di poin ketiga tadi, kalau nulis ya nulis aja. Karena setelah selesai menulis kan     ada tahapan editing. Begitu tulisan itu selesai, baca lagi deh dari awal. Di situ baru kita akan menemukan typo atau kesalahan     tulis, memperbaiki alur, membenahi gaya bahasa, EYDnya dibenerin, dan sebagainya. Kalau nggak yakin, bisa minta bantuan     editor profesional (kayak saya hihihi)

5. Minta teman baca tulisanmu. Biar dia bisa memberikan saran dan kritik terhadap hasil karyamu.

Nah… Mudah bukan?

Sumber gambar: https://ealifes.wordpress.com/2011/05/06/tips-menulis-artikel-yang-baik/

Categories

tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.