Mengatasi Kemacetan Menulis

 

 

Bukan hanya lalu lintas saja yang bisa macet, menulis pun bisa! bisa banget!!!

Nggak hanya penulis pemula, yang sudah senior pun kerap mengalami kemandegan atau kemacetan dalam menulis. Wajar lah ya, apalagi kalau kesehariannya berkutat depan laptoooopp aja. Bahkan melihat laptop rasanya sudah mual, saking enegnya, ingat kerjaan. Nah… ini mah kalau UUD (ujung-ujungnya duit) pasti bakalan ngalamin ini hihihi *pengalaman pribadiiih, hem*.

Tetapi kalau menulis merupakan passionmu dan tetaaap diupayakan menulis dengan cintaaaah, Insya Allah nggak eneg melihat laptop.

Wokeh, sekarang kembali ke laptoop, eh maksudnya ke topik semula. Bagaimana kalau mengalami kemacetan menulis? Sebelumnya, saya jabarkan dulu penyebab kemacetan dalam menulis:

1. Nggak menguasai bahan tulisan dan malas riset

2. Ada masalah pribadi dan belum bisa bersikap profesional (memisahkan masalah dengan pekerjaan)

3. BIG M alias malaasss buangeeet deh

Biasanya sih itulah penyebab utama kemacetan dalam menulsi. Nah, sekarang bagaimana mengatasinya? sok atuh simak lagi:

1. Kalau memang belum menguasai bahan tulisan atau kurang bahan, ya mau nggak mau riset atuh. Zaman sekarang serba   canggih gitu loh, nggak harus beli literatur tapi bisa pinjam buku, internet, atau wawancara orang yang lebih tahu. Contoh, ketika saya membuat novel dengan setting di Prancis, so pasti harus ada spiking-spiking prancisnya atuh, biar nggak sekadar setting tempelan. Walaupun saya pernah kursus di CCF setahun, sudah ke laut itu Bahasa Prancis. Akhirnya saya e-mail teman Indonesia yang menikah dengan orang Prancis dan tinggal di Paris, saya minta tolong dia menerjemahkan beberapa dialog yang saya tulis dalam Bahasa Indonesia ke Bahasa Prancis.

2. Kalau memang ada masalah, coba diselesaikan dulu masalahnya, supaya tidak menganggu pekerjaan. Atau cari cara untuk bisa memisahkan masalahmu dengan pekerjaan. Ini mungkin caranya bisa beda-beda tiap orang ya, mungkin ada yang butuh refreshing sejenak, liburan untuk merefreshkan pikiran, mungkin kudu curhat sama seseorang, atau katarsis dulu gih, biar enakan. Kalau yang dibuat buku sendiri sih ya tanggung jawab sendiri ya, kalau nggak memenuhi deadline. Tapi kalau sudah masuk lahan industri, huwayooo inilah tantangannya untuk kita bersikap profesional!

3. Hmmpphh… untuk BIG M ini, yaaaa… sebenarnya sih ini alasan saja! Hayooo kamu bisa kok memotivasi dirimu untuk bangkit, Kalau nggak bisa yaaa.. resiko tanggung sendiri.

4. Untuk merefreshkan pikiran, saya bertanya dulu pada diri sendiri, apa sih yang buat mandeg? oohh ternyata saya nggak percaya diri dengan gaya bahasa yang biasa saya gunakan, trus pengen tahu apa ya tren gaya penulisan sekarang? ya wis… saya ke toko buku, beli beberapa novel (kalau lagi menggarap proyek fiksi atau bergaya novel) dan baca-baca deh. Belinya karya penulis best seller atau yang jadi sorotan, supaya tahu kelebihannya.

5. Memang pekerjaan kreatif seperti menulis ini dipengaruhi mood. Tetapi ada kalanya kita nggak boleh kalah sama si mood yang suka sembarangan datang dan pergi. Pada saat kita sudah terjun ke lahan industri dan ditenggat deadline, mau nggak mau, kita harus bisa menyeret mood kembali datang.

Bagaimana? semoga bermanfaat dan bisa mengatasi kemacetanmu dalam menulis ya. Good luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: